PENGERTIAN TURBO LINUX
Turbo Linux adalah Linux yang terkenal dan populer di Asia. Bahkan di Jepang dan
Cina pun Linux ini terkenal, Turbolinux merupakan salah satu pilihan utama
pemakai Linux dunia. Mereka percaya akan kinerja TurboLinux untuk mendapatkan
solusi cepat dan handal baik untuk perusahaan kecil maupun besar. Perusahaan
kecil mendapatkan computing power yang tinggi dan perusahaan besar menggunakan
TurboLinux dengan biaya rendah Turbo Linux dibuat dari berbagai under
Linux/UNIX, baik komersial maupun freeware untuk kepentingan jaringan skala
besar. Pihak vendor mengklaim pihak mereka sebagai Linux tercepat saat ini
dengan backup dari perusahaa-perusahaan terkemuka saat ini, seperti: Compaq,
Dell, Fujitsu, Intel, NEC, Tishiba, Novel, Hewlett-Packard, IBM dan SCO.
Seperti dengan SuSE, Turbo Linux mengkhususkan diri di bidang clustering computer,
setara dengan super komputer di Jerman untuk kepentingan jaringan di China dan
Jepang. Bahkan di China, Turbo Linux diadaptasi sebagai sistem komputer utama
mereka, dan dimasyarakatkan dalam bahasa China kepada masyarakatnya guna
menyaingi dominasi dari Microsoft.
TurboLinux mendesain produknya dengan
menggabungkan kelebihan Open Source
dan yang terbaik dari perangkat lunak komersial. TurboLinux menyertakan
cross-platform management software dalam produk-produk workstation, server dan
clustering memungkinkan kemudahan dalam me-manage networks dan system.
PENGERTIAN DEBIAN LINUX
Debian adalah sistem operasi berbasis kernel Linux. Debian
termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk dipergunakan dengan
menggunakan lisensi GNU.Debian GNU/Linux adalah distro non komersial yang
dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama
melalui Internet. Distro ini menginginkan adanya semangat open-source yang
harus tetap ada pada Debian. Kedinamisan distro ini membuat setiap rilis
paket-paketnya di-update setiap waktu dan dapat diakses melalui utilitas
apt-get. Apt-get adalah sebuah utilitas baris-perintah yang dapat digunakan
secara dinamis untuk meng-upgrade sistem Debian GNU/Linux melalui apt-repository
jaringan archive Debian yang luas. Milis dan forum debian selalu penuh dengan
pesan-pesan baik mengenai bug, masalah, sharing, dll. Dengan adanya sistem
komunikasi ini bug dan masalah keamanan pada tiap paket dapat dilaporkan oleh
para pengguna dan pengembang Debian dengan cepat. Debian adalah ‘kernel
independen’, yaitu sistem operasi Debian dikembangkan murni tanpa mendasarkan
pada sistem operasi yang telah ada.Keuntungan dari Debian adalah upgradability,
ketergantungan antar paket didefinisikan dengan baik, dan pengembangannya
secara terbuka.
Debian memiliki teamwork yang teroganisir
sangat baik
Proyek
Debian secara resmi dicetuskan oleh Ian Murdock pada tanggal 16 Agustus 1993.
Debian sendiri mempunyai ejaan resmi yaitu “deb ee n”, nama ini berasal dari
gabungan nama pencetus Debian yakni Ian Murdock dan istrinya Debra.
Pada
awalnya pembuatan Proyek Debian mendapat sponsor dari proyek FSF GNU (Free
Sofware Foundation GNU) selama 1 tahun (Nopember 1994 sampai dengan 1995).
Proyek Debian memberikan penekanan pada kehati- hatian dan kesinambungan dalam
pembuatan package. Proyek dimulai dari sekelompok kecil “Free Software Hackers”
(tightly-knit group of Free Software hackers), lalu secara bertahap berkembang
menjadi komunitas besar user dan developer.
Debian
adalah contoh dalam skala besar apa yang disebut oleh Eric S. Raymond sbg project
software development dgn Style Bazaar. Proyek debian sepenuhnya terbuka bagi
siapa saja, melibatkan berbagai jenis orang yang berbeda, tiap orang
melakukannya karena dia merasa senang melakukankannya. Walau dalam kenyataannya
Debian tidak mempunyai legalitas kelembagaan, tidak ada perusahaan Debian,
tidak ada pemegang saham,dewan komisaris,dewan direktur, bahkan organisasi
non-profit (Debian menggunakan organisasi “Software in The Public Interest”
sebagai payung hukum), namun Debian sendiri tetap berjalan sebagai sebuah
“Proyek Kerjasama dalam Skala Besar”.
Struktur keanggotaan dalam Proyek
Debian bersifat sukarela dan demokratis. Adapun struktur keanggotaannya dapat dibagi
menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Debian Users.
1. Debian Users.
Adalah siapa saja yang menggunakan distribusi Debian,
baik sebagai System Administrator yang menggunakan berbagai jenis prosessor,
ataupun user biasa yang menggunakan Debian di rumahnya. Termasuk didalamnya
adalah siapa saja yg secara langsung memberikan kontribusi kepada project,
misalkan mengirimkan patches, bug report, dan membuat debian packages.
2. Debian Developers (DD).
Saat ini ada sekitar 1.600 DDs yang memiliki beberapa hak
tambahan yaitu mereka dapat secara langsung meng-upload package software
(karena merekalah yang membuat dan merawat package). User selain DD yang
menginginkan package-nya masuk kedalam Distro Debian, harus mendapatkan sponsor
dari DD, jika tidak mereka tidak akan dapat mengupload package software kedalam
antrian. Seorang DD dapat juga memberikan pilihan (vote) pada saat penentuan
policy atau pada saat pemilihan posisi-posisi khusus pada proyek Debian, dan
mereka dapat juga mencalonkan diri mereka sendiri.
3. Debian developer yg
memegang posisi khusus (Official Positions).
Posisi khusus tsb antara lain adalah Debian Project
Leader (DPL), anggota Technical Committee. Release Manager pada setiap release
dari O/S Debian, dan manager dari berbagai infrastruktur seperti mirrors dan build
farm. Untuk mendapatkan penghargaan dari orang-orang yang terlibat dalam Debian
Project dan agar diakui menjadi Debian Developer, yg perlu dilakukan adalah
berikan kontribusi nyata ke Debian Project Jadi segeralah subscribe ke
Debian-Devel dan terlibat didalamnya.
Debian
mengalami beberapa kali perubahan kepemimpinan sejak 1993. Adapun beberapa nama
yang pernah menjadi Debian Project
Leader (DPL) adalah sbb :
Ian
Murdock Agustus 1993 – Maret 1996
Bruce Perens April 1996 – Desember 1997
Ian Jackson Januari 1998 – Desember 1998
Wichert Akkerman Januari 1999 – Maret 2001
Ben Collins April 2001 – April 2002
Bdale Garbee April 2002 – April 2003
Martin Michlmayr Maret 2003 – Maret 2005
Branden Robinson April 2005 – sekarang
Bruce Perens April 1996 – Desember 1997
Ian Jackson Januari 1998 – Desember 1998
Wichert Akkerman Januari 1999 – Maret 2001
Ben Collins April 2001 – April 2002
Bdale Garbee April 2002 – April 2003
Martin Michlmayr Maret 2003 – Maret 2005
Branden Robinson April 2005 – sekarang
Debian menjadi “mesin” bagi banyak O/S
OpenSource
Karena begitu populernya sistem
operasi Debian akhir-akhir ini, juga akibat kekecewaan para pengguna O/S Redhat
(sebab menjadi 100% produk komersial), maka banyak penggemar Linux dan
penggemar produk OpenSource beralih ke O/S Debian GNU/Linux. Sayangnya Debian
dikenal sebagai O/S dengan konsep software development yg “kaku dan kolot”,
dimana sangat pelit memasukkan software OpenSource versi terbaru kedalam
distronya, sebelum benar-benar teruji dari sisi keamanannya ataupun kestabilannya.
Maka banyak pihak membuat distro sendiri, namun tetap
menggunakan “mesin” Debian, yg terkenal stabil & secure. Karena “social
contract” dari debian mengharuskan debian free, maka jika dikomersialkan harus
menggunakan nama lain, dan harus berbeda pengemasan distronya. Beberapa contoh
distro komersial berbasiskan debian adalah Libranet Linux, Xandros Linux, Mepis
Linux, dll. Sedangkan contoh distro non-komersial berbasiskan debian adalah
Knoppix Linux, Gnoppix Linux, Ubuntu Linux, Phlak Linux, INSERT Linux, Progeny
Linux, dll.
PERBEDAAN ANTARA TURBO LINUX DENGAN
DEBIAN LINUX :
Turbolinux merupakan linux yang
populer di asia, bahkan dijepang dan di china, turbo linux menduduki tingkat
pertama di distribusi linux pilihan. Turbolinux merupakan salah satu pilihan utama pemakai Linux dunia.
Mereka percaya akan kinerja TurboLinux untuk mendapatkan solusi cepat dan
handal baik untuk perusahaan kecil, TurboLinux mendesain produknya dengan
menggabungkan kelebihan Open Source
dan yang terbaik dari perangkat lunak komersial.
Kalau,
Debian termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk
dipergunakan dengan menggunakan lisensi GNU.Debian GNU/Linux adalah distro non
komersial. Tetapi debian merupakan distribusi yang kurang terkenal, namun
banyak penggunanya dari kalangan teknis. Mereka puas karena kestabilannya.
Debian termasuk kurang dalam meng-update programnya. Tetapi debian juga sudah
menggunakan metode autodetect untuk pengguna peripheral pada komputer. Proyek
ini nantinya terkenla dengan nama corel linux.
KESIMPULAN :
Dan mahasiswa dapat membedakan linux
dari masing-masing linux yang ada, yang pasti memiliki kelemahan dan
kelebihannya, maka perbedaan akan terlihat lebih jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar