Jumat, 21 Desember 2012

Membandingkan TURBO LINUX DENGAN DEBIAN LINUX



PENGERTIAN TURBO LINUX 


Turbo Linux adalah Linux yang terkenal dan populer di Asia. Bahkan di Jepang dan Cina pun Linux ini terkenal, Turbolinux merupakan salah satu pilihan utama pemakai Linux dunia. Mereka percaya akan kinerja TurboLinux untuk mendapatkan solusi cepat dan handal baik untuk perusahaan kecil maupun besar. Perusahaan kecil mendapatkan computing power yang tinggi dan perusahaan besar menggunakan TurboLinux dengan biaya rendah Turbo Linux dibuat dari berbagai under Linux/UNIX, baik komersial maupun freeware untuk kepentingan jaringan skala besar. Pihak vendor mengklaim pihak mereka sebagai Linux tercepat saat ini dengan backup dari perusahaa-perusahaan terkemuka saat ini, seperti: Compaq, Dell, Fujitsu, Intel, NEC, Tishiba, Novel, Hewlett-Packard, IBM dan SCO. Seperti dengan SuSE, Turbo Linux mengkhususkan diri di bidang clustering computer, setara dengan super komputer di Jerman untuk kepentingan jaringan di China dan Jepang. Bahkan di China, Turbo Linux diadaptasi sebagai sistem komputer utama mereka, dan dimasyarakatkan dalam bahasa China kepada masyarakatnya guna menyaingi dominasi dari Microsoft.

          

TurboLinux mendesain produknya dengan menggabungkan kelebihan Open Source dan yang terbaik dari perangkat lunak komersial. TurboLinux menyertakan cross-platform management software dalam produk-produk workstation, server dan clustering memungkinkan kemudahan dalam me-manage networks dan system.






PENGERTIAN DEBIAN LINUX



Debian adalah sistem operasi berbasis kernel Linux. Debian termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk dipergunakan dengan menggunakan lisensi GNU.Debian GNU/Linux adalah distro non komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama melalui Internet. Distro ini menginginkan adanya semangat open-source yang harus tetap ada pada Debian. Kedinamisan distro ini membuat setiap rilis paket-paketnya di-update setiap waktu dan dapat diakses melalui utilitas apt-get. Apt-get adalah sebuah utilitas baris-perintah yang dapat digunakan secara dinamis untuk meng-upgrade sistem Debian GNU/Linux melalui apt-repository jaringan archive Debian yang luas. Milis dan forum debian selalu penuh dengan pesan-pesan baik mengenai bug, masalah, sharing, dll. Dengan adanya sistem komunikasi ini bug dan masalah keamanan pada tiap paket dapat dilaporkan oleh para pengguna dan pengembang Debian dengan cepat. Debian adalah ‘kernel independen’, yaitu sistem operasi Debian dikembangkan murni tanpa mendasarkan pada sistem operasi yang telah ada.Keuntungan dari Debian adalah upgradability, ketergantungan antar paket didefinisikan dengan baik, dan pengembangannya secara terbuka.

Debian memiliki teamwork yang teroganisir sangat baik
          Proyek Debian secara resmi dicetuskan oleh Ian Murdock pada tanggal 16 Agustus 1993. Debian sendiri mempunyai ejaan resmi yaitu “deb ee n”, nama ini berasal dari gabungan nama pencetus Debian yakni Ian Murdock dan istrinya Debra.
          Pada awalnya pembuatan Proyek Debian mendapat sponsor dari proyek FSF GNU (Free Sofware Foundation GNU) selama 1 tahun (Nopember 1994 sampai dengan 1995). Proyek Debian memberikan penekanan pada kehati- hatian dan kesinambungan dalam pembuatan package. Proyek dimulai dari sekelompok kecil “Free Software Hackers” (tightly-knit group of Free Software hackers), lalu secara bertahap berkembang menjadi komunitas besar user dan developer.
          Debian adalah contoh dalam skala besar apa yang disebut oleh Eric S. Raymond sbg project software development dgn Style Bazaar. Proyek debian sepenuhnya terbuka bagi siapa saja, melibatkan berbagai jenis orang yang berbeda, tiap orang melakukannya karena dia merasa senang melakukankannya. Walau dalam kenyataannya Debian tidak mempunyai legalitas kelembagaan, tidak ada perusahaan Debian, tidak ada pemegang saham,dewan komisaris,dewan direktur, bahkan organisasi non-profit (Debian menggunakan organisasi “Software in The Public Interest” sebagai payung hukum), namun Debian sendiri tetap berjalan sebagai sebuah “Proyek Kerjasama dalam Skala Besar”.
          Struktur keanggotaan dalam Proyek Debian bersifat sukarela dan demokratis. Adapun struktur keanggotaannya dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Debian Users.
      Adalah siapa saja yang menggunakan distribusi Debian, baik sebagai System Administrator yang menggunakan berbagai jenis prosessor, ataupun user biasa yang menggunakan Debian di rumahnya. Termasuk didalamnya adalah siapa saja yg secara langsung memberikan kontribusi kepada project, misalkan mengirimkan patches, bug report, dan membuat debian packages.
2. Debian Developers (DD).
        Saat ini ada sekitar 1.600 DDs yang memiliki beberapa hak tambahan yaitu mereka dapat secara langsung meng-upload package software (karena merekalah yang membuat dan merawat package). User selain DD yang menginginkan package-nya masuk kedalam Distro Debian, harus mendapatkan sponsor dari DD, jika tidak mereka tidak akan dapat mengupload package software kedalam antrian. Seorang DD dapat juga memberikan pilihan (vote) pada saat penentuan policy atau pada saat pemilihan posisi-posisi khusus pada proyek Debian, dan mereka dapat juga mencalonkan diri mereka sendiri.
3. Debian developer yg memegang posisi khusus (Official Positions).
       Posisi khusus tsb antara lain adalah Debian Project Leader (DPL), anggota Technical Committee. Release Manager pada setiap release dari O/S Debian, dan manager dari berbagai infrastruktur seperti mirrors dan build farm. Untuk mendapatkan penghargaan dari orang-orang yang terlibat dalam Debian Project dan agar diakui menjadi Debian Developer, yg perlu dilakukan adalah berikan kontribusi nyata ke Debian Project Jadi segeralah subscribe ke Debian-Devel dan terlibat didalamnya.
          Debian mengalami beberapa kali perubahan kepemimpinan sejak 1993. Adapun beberapa nama yang pernah menjadi Debian Project Leader (DPL) adalah sbb :
Ian Murdock Agustus 1993 – Maret 1996
Bruce Perens April 1996 – Desember 1997
Ian Jackson Januari 1998 – Desember 1998
Wichert Akkerman Januari 1999 – Maret 2001
Ben Collins April 2001 – April 2002
Bdale Garbee April 2002 – April 2003
Martin Michlmayr Maret 2003 – Maret 2005
Branden Robinson April 2005 – sekarang
Debian menjadi “mesin” bagi banyak O/S OpenSource
          
       Karena begitu populernya sistem operasi Debian akhir-akhir ini, juga akibat kekecewaan para pengguna O/S Redhat (sebab menjadi 100% produk komersial), maka banyak penggemar Linux dan penggemar produk OpenSource beralih ke O/S Debian GNU/Linux. Sayangnya Debian dikenal sebagai O/S dengan konsep software development yg “kaku dan kolot”, dimana sangat pelit memasukkan software OpenSource versi terbaru kedalam distronya, sebelum benar-benar teruji dari sisi keamanannya ataupun kestabilannya.
        Maka banyak pihak membuat distro sendiri, namun tetap menggunakan “mesin” Debian, yg terkenal stabil & secure. Karena “social contract” dari debian mengharuskan debian free, maka jika dikomersialkan harus menggunakan nama lain, dan harus berbeda pengemasan distronya. Beberapa contoh distro komersial berbasiskan debian adalah Libranet Linux, Xandros Linux, Mepis Linux, dll. Sedangkan contoh distro non-komersial berbasiskan debian adalah Knoppix Linux, Gnoppix Linux, Ubuntu Linux, Phlak Linux, INSERT Linux, Progeny Linux, dll.




PERBEDAAN ANTARA TURBO LINUX DENGAN 

DEBIAN LINUX :

          Turbolinux merupakan linux yang populer di asia, bahkan dijepang dan di china, turbo linux menduduki tingkat pertama di distribusi linux pilihan. Turbolinux merupakan salah satu pilihan utama pemakai Linux dunia. Mereka percaya akan kinerja TurboLinux untuk mendapatkan solusi cepat dan handal baik untuk perusahaan kecil, TurboLinux mendesain produknya dengan menggabungkan kelebihan Open Source dan yang terbaik dari perangkat lunak komersial.
          
            Kalau, Debian termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk dipergunakan dengan menggunakan lisensi GNU.Debian GNU/Linux adalah distro non komersial. Tetapi debian merupakan distribusi yang kurang terkenal, namun banyak penggunanya dari kalangan teknis. Mereka puas karena kestabilannya. Debian termasuk kurang dalam meng-update programnya. Tetapi debian juga sudah menggunakan metode autodetect untuk pengguna peripheral pada komputer. Proyek ini nantinya terkenla dengan nama corel linux.



KESIMPULAN :

      Dan mahasiswa dapat membedakan linux dari masing-masing linux yang ada, yang pasti memiliki kelemahan dan kelebihannya, maka perbedaan akan terlihat lebih jelas.